Pekerjaan di bawah normal baru

Bapak Fadhil Hasan, Ekonom Senior INDEF

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi COVID-19 diharapkan dapat mengubah kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di masa depan. Cara kita bekerja, belajar, berinteraksi, dan bersosialisasi akan mengalami suatu normal baru yang berbeda dengan masa lalu. -Ini lebih baik dari yang lama. -Mereka yang menginginkan normal baru melihat bahwa kehidupan normal lama itu tidak baik dan harus dilanjutkan karena berdampak negatif pada kehidupan seluruh orang– -Pandemi COVID-19 ini sebenarnya bisa menjadi Kerusakan positif semacam ini memaksa orang untuk mengevaluasi tatanan kehidupan sosial dan ekonomi yang ada dan mengarah ke tatanan normal baru, yang seharusnya meminimalkan dampak negatif dari tatanan kehidupan lama. Namun, sejauh ini kita sendiri belum mengetahui seperti apa tampilan tatanan normal baru itu. -Bidang pekerjaan diharapkan berubah. Hal ini terkait erat dengan fenomena keterasingan fisik yang akan menjadi norma utama dalam kehidupan normal baru. Ini berarti membatasi pergerakan orang, komunikasi tatap muka dan interaksi terbuka antar orang.

Dalam lingkungan ekonomi (produksi, distribusi dan konsumsi), hal ini telah membawa tren baru seperti otomatisasi, digitalisasi dan digitalisasi. Perdagangan online. -Membaca: Masa pemulihan ekonomi tahun depan, APBN 2021 akan menghadapi tantangan berat-dengan perkembangan teknologi informasi, penggunaan internet dan kecerdasan buatan (AI), fenomena ini sudah muncul sebelum COVID-19 . Bahkan sebelum wabah COVID-19, Jack Ma, pendiri Ali Baba, menyatakan dalam diskusi di Forum Ekonomi Dunia bahwa 85% perusahaan akan mengadopsi e-commerce dan 99% aktivitas bisnis akan online. mendapatkan.

Selain itu, usaha kecil dan menengah akan mendominasi 80% kegiatan bisnis dan menjadi perusahaan global pada tahun 2030.

COVID-19 diharapkan semakin mempercepat proses produksi otomatis, transaksi pembayaran, dan digitalisasi layanan. Aktivitas bisnis. Selain memenuhi standar normal baru (yaitu kebutuhan untuk menjaga jarak fisik untuk menghindari penularan COVID-19), aktivitas ekonomi normal baru juga akan berjalan lebih cepat karena peningkatan efisiensi. memperoleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *