“Fatwa” didonasikan ke MUI

TRIBUNNEWS.COM-Ini unik.

Komisi Ulima (MUI) di Indonesia biasanya menerbitkan fatwa terkait hukum agama, kali ini dari Letnan 19, ketua pokja Covid, meminta “Fat Jenderal Doni Monado dari “Wa”. -Insiden itu terjadi Sabtu ini (11 November 2020) dan pagi ini di “dengar pendapat virtual”.

Sesuai susunan MUI, Sekretaris Jenderal MUI Dr. H. Anwar Abbas, MM.Ag. Syarif Hidayatullah, dosen UIN, juga penulis buku “Pon Hada dan Ekonom Islam”.

Pada periode terakhir, Anwar menjadi salah satu ketua MUI. Memimpin jalan dalam telepon konferensi dengan Doni Monardo. Sejak Anwar Abbas dan Doni Monardo sama-sama berasal dari Minang, suasananya semakin bergolak.

Tim MUI yang mengikuti conference call ini adalah Masduki Baidlowi (Direktur Informasi dan Komunikasi MUI) Dr. H. Amirsyah Tambunan MA (Wakil Sekretaris Jenderal MUI), H. Dr. Nadjamuddin Ramly (Wakil Sekretaris Jenderal MUI), Dr. Sodikun M.Si (Ketua Panitia Seni dan Budaya MUI), KH. Dr. Cholil Nafis (Sekretaris Pokja MUI), dll. Di jajaran BNPB, hadir dalam rapat tersebut Wakil II Liliek Kurniawan.

Baca: “Kenangan Hutan Hitam” oleh Jenderal Jakob Oetama dan Doni Monardo

Singkatnya, MUI berencana menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada tanggal X Oktober 25-28 November 2020 Itu adalah salah satu agenda pemilihan presiden MUI.

Presiden KH Ma’ruf Amin saat ini tidak dapat mengaktifkan NKRI dalam kerangka negara sebagai wakil presiden negara. Orang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *