Hancurkan markas polisi Ciracas, kejahatan rasial?

Penulis: REZA INDRAGIRI AMRIEL, Pakar Psikologi Forensik

MAPOLSEK Kerusakan Ciracas. Sebelumnya, gedung Kejaksaan Agung-pikirkan saja-terbakar. Bagaimana jika lembaga penegak hukum mengalami kemalangan, apalagi orang biasa?

Jika tokoh pelindung bisa menjadi korban, bagaimana kita bisa melindungi masyarakat dari bahaya?

Di sisi lain, jika salah satu pihak menyerang markas polisi-pihak dalam proses persidangan, insiden tersebut dapat dipahami sebagai konsekuensi “ wajar ”.

Ini adalah perlawanan penjahat terhadap biro yang mengajukan proses hukum terhadap mereka.

Cerita lainnya, penyerangan terhadap aparat penegak hukum (dalam hal ini warga yang dekat dengan polisi) diprakarsai oleh seorang polisi. Sebenarnya tidak ada partai politik yang tercatat secara resmi di Mabes Polri.

Serangan semacam ini telah menjadi pesan simbolik, dan banyak negara telah melakukannya. Dianggap sebagai masalah serius. Kejahatan ini adalah kejahatan rasial.

Hal ini karena polisi dianggap sebagai partai politik yang sering dihina. Ini adalah tindakan simbolis berdasarkan stigmatisasi polisi. Stigma adalah inti dari kejahatan rasial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *