Minum secangkir kopi untuk menteri di Eluay mereka di Pendopo (terjual habis)

Catatan dari Egy Massadiah-YANTO Eluay terus menyatakan kegembiraan dengan kedatangan pejabat senior pemerintah. Dalam acara penyambutan, ia juga menjelaskan tentang rumah-rumah yang digunakan untuk menerima tamu penting dari Jakarta.

“Ini adalah rumah penguasa tradisional Kampung Sele,” kata Yanto. asfiksia. Emosi campur aduk menyelimuti hati pria kelahiran 1971 ini. Matanya basah. jendela. Dia menatap langit-langit balkon. Untuk sesaat, Duny mengalami suasana hati yang sama.

Yanto kemudian menjelaskan bahwa di rumah adat ini, warga desa duduk mengobrol dan berdiskusi tentang kepentingan masyarakat. Rumah juga memiliki tradisi melindungi siapapun. Siapapun yang menuntut perlindungan. Siapapun yang memasuki rumah adat ini harus dilindungi undang-undang. Setiap rumah adat di Papua memiliki nilai untuk melindungi siapa pun, ”tambah Yanto. -Sayangnya fungsi rumah adat terkadang melemah. Bahkan, beberapa rumah adat masih terabaikan oleh masyarakat, bahkan sangat bermanfaat. Berarti .— Yanto mengatakan, dalam kurun waktu kerusuhan etnis sekarang ini, berita hoax memperburuk kerusuhan, dan banyak orang mendatangi pemukiman adat untuk berlindung. Jayapura dan beberapa kota lainnya ketakutan. Mereka pergi karena kerusuhan tersebut. Dan saat saya bertugas di Santanyi, saya suka makan ikan nila bakar Santanyi tanpa gangguan.

Baca: Secangkir Kopi untuk Pendopo Pendopo Eluay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *