Skala agama atau agama yang sebenarnya?

Penulis: Mantan Rektor HMI Ujungpandang (Makassar) Cabang M ZAINAL ARIFIN RM

ada sebuah buku yang mengejutkan berjudul Le Bible le Qoran et la Science, tulis dokter kandungan Perancis Dr. Maurice Bucaille. Ia mencoba membandingkan ruang lingkup Alkitab, Alquran, dan sains modern pada beberapa isu (tema), mulai dari penciptaan alam semesta dan asal mula makhluk hidup termasuk manusia hingga pembentukan dan pertumbuhan janin di dalam rahim. -Secara keseluruhan, penafsiran “Alquran” lebih sejalan dengan ilmu pengetahuan modern, sedangkan “Alkitab” dianggap kurang cocok dan bahkan kontradiktif. -Adanya kitab ini membuat umat Islam sangat senang karena dipercaya dapat membuktikan keaslian Alquran atau Islam sebagai agama wahyu. Karena itu mengubah sains menjadi bukti kebenaran Alquran.

Bahkan jika sains tentang kebenaran f, itu tidak mutlak dan pasti. Salah satu ciri ilmu adalah dinamis, mudah dikritik, dan dinyatakan salah, yang dapat dikoreksi oleh teori-teori lain. Pada saat yang sama, kebenaran Alquran bersifat mutlak dan final. -Bayangkan, jika kita menyatakan bahwa ayat-ayat Alquran benar karena sejalan dengan sains, apa yang harus kita lakukan untuk mengoreksi teori-teori ilmiah yang membenarkan rasionalitasnya untuk penemuan ilmiah berikutnya?

Haruskah Quran juga menyatakan bahwa Anda salah? Komunitas ilmiah percaya bahwa tidak mungkin tidak banyak cerita dalam Alquran, misalnya kisah Nabi Moussa yang tidak merata, kebangkitan orang mati oleh Nabi Isa, atau peristiwa Mirai Nabi Muhammad SAW di Israel?

Kebenaran ilmiah adalah tujuan empiris dari metode eksperimentalnya, sementara agama berada di luar jangkauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *