Minum secangkir kopi untuk menteri di Eluay mereka di Pendopo (2)

Catatan Egy Massadiah-ALKISAH, sejak dibunuh, hubungan Kopassus dan Papua “memanas”. Di sisi lain, Kopassus tidak sendiri. Hal itu tidak hanya dikecam oleh masyarakat Papua, tetapi juga oleh seluruh dunia.

Inilah karir Dunj sebagai Danjen Kopassus dari tahun 2014 hingga 2015. Saat itu, dia merasakan sakit dan ingin mengikat Papua dengan Kopassus. Putra tertua mereka Michael Eluay mengunjungi markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur.

Kekuatan yang digunakan adalah ulang tahun Kopassus yang ke 63.

Anak laki-laki itu keluar dari tempat persembunyiannya dan menanggapi undangan Doni.

“Sulit, tapi saya bekerja keras. Setidaknya saya menghormati ajakan khusus Pak Duny. Niatnya untuk perdamaian.” Pidato Duny di Markas Kopasos, 16 April 2015, Dikutip dari media.

Baca: Secangkir Kopi untuk Pendeta Pendopo Eluay

Usai menanggapi undangan dan perbincangan tulus dengan Doni Monardo, Boy akhirnya memaafkan pelaku pembunuhan ayahnya. “Hentikan kebencian, kita diajari untuk saling mencintai seperti yang diajarkan nenek moyang kita.” Kata si bocah di ..— Perdama. Bersamaan dengan itu, persaudaraan semacam ini dipertegas dengan menambahkan “Friends” pada jaket Kopassus Boy, Dada kiri adalah nama Kopassus, dan dada kanan adalah nama Boy Eluay.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *