Apakah PLN menerima uang dalam jumlah besar?

Disediakan oleh: Pengamat Ekonomi Energi Universitas Jajdhamada-TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah membayar sejumlah besar uang sebesar Rp 15,38 miliar kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdampak Covid-19 Pademi. Akibat dampak pandemi Covid-19 inilah dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk mendanai Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Alokasi dana tersebut terbagi dalam tiga kategori, antara lain pembayaran utang masyarakat kepada BUMN sebesar Rp10,8 miliar, Dana Penyertaan Negara (PMN) Rp25,7 triliun, dan Dana Penyelamatan Rp 19,65 triliun. Dana kompensasi pemerintah untuk membayar kembali PLN.

Akibat kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga listrik sejak 2017, dana kompensasi tersebut merupakan utang publik PLN.

Faktanya, biaya ekonomi pembangkit listrik k ditentukan berdasarkan 3 variabel utama, yaitu: nilai tukar rupiah terhadap dolar, PCI (harga asli rupiah) dan tingkat inflasi tahun berjalan dalam 3 tahun terakhir Telah meningkat. Selisih antara biaya ekonomi pembangkit listrik dan harga listrik yang ditetapkan pemerintah dihitung sebagai kompensasi hutang publik yang dicatat sebagai PLN.

Pada 2017, PLN mencatat kompensasi Rp 7,46 triliun, dan pemerintah baru membayar fee pada 2019. Pada tahun 2018 dana kompensasi sebesar 23 dan 17 rupiah, pada tahun 2019 sebesar 22,25 triliun rupiah, dan total dana kompensasi pada tahun 2018 dan 2019 sebesar 45,42 miliar rupiah, dan tidak akan dibayarkan hingga tahun 2020. -Kompensasi APBN 2020 sudah masuk dalam rencana anggaran PEN akibat dampak pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *