Tradisi Turki Askida Ekmek dan kemuliaan “berbagi”

Pengarang: Egy Massadiah *

PEMICARA- makan pagi di Graha BNPB pimpinan kontingen lantai sepuluh Donny Mona multi (Doni Monardo) Korps, mataku menangkap arloji saya di WA Group Menunjukkan. Sumbernya adalah Diyanet TV, yang dioperasikan oleh Kantor Urusan Agama Pemerintah Turki.

Program pukul 3:09 pagi memang memberikan esensi “berbagi”. Terlalu mulia, saya beri tahu Anda isi film pendek.

Adegan di toko roti. Ini adalah butik yang benar-benar sederhana yang dijalankan oleh orang dewasa dan kaya. Sertifikat: Tidak adil untuk tujuan

Baca: Hak istimewa amal selama bulan Ramadhan: Ringan namun memuaskan

Lokasi toko roti berada di tepi jalan utama. Bagian depan digunakan untuk menunjukkan roti khas Turki, yang disebut ekmek.

Turki tidak mau makan tanpa makan ekmek. Mirip dengan beras Indonesia.

Pada pandangan pertama, hanya ada dua bagian. Bagian depan menunjukkan ekmek. Sebuah keranjang menggantung di sisi kanan tiang telepon. Di belakang adalah kompor besar untuk memasak ekmek.

Satu orang membeli delapan ekmek. Tetapi pembeli hanya membutuhkan empat. Empat lainnya dipercayakan kepada penjual untuk menyediakan bagi mereka yang membutuhkannya.

Penjual kemudian memisahkan keempat nenek wajib dan menempatkan mereka di gondola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *