Novel wayang kulit dan pepatah

Penyedia: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM-Kita tentu mengenal seni Jawa tradisional “wayang”, yang sering terjadi pada acara-acara tertentu, seperti sunat, pernikahan, hingga Agustus.

Pertunjukan boneka membutuhkan boneka itu sendiri, “dalang” (sutradara), “main” (naskah), “layar” (layar), “gamelan” (musik), “niyaga” (musisi) dan “waranggana” atau “Pesinden” (penyanyi)).

Agar pertunjukan boneka dapat berjalan dengan lancar, kohesi dan kerja sama dari berbagai komponen diperlukan, tergantung pada peran masing-masing.

“Wayang”, yang berarti “bayangan” (dari belakang layar hanya bayangan yang muncul), karakter, aksi, dialog, dan mode permainan tergantung pada dalang. Atau cerita.

Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin (Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin), salah satu jaksa penuntut (jaksa penuntut), Kamis (6 Juni 2020), sepertinya tidak lebih dari Pura-pura melakukan penyelidik senior Komite Penghapusan Korupsi Baswedan (KPK) dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam tes penyiraman intensif. Dalam persidangan Baswedan Novel, kami tampaknya menonton pertunjukan boneka, yang terlihat seperti film, drama, atau drama. Hukuman penjara selama satu tahun segera menjadi “fokus” atau fokus perhatian publik, terutama para penambang hukum di negara ini.

Fedrik, pengacara “maag”, ditangkap. Federico diculik. Federico tampaknya telah menjadi “musuh publik” atau musuh publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *