Pembangunan infrastruktur di bawah normal baru

Penulis: HM Lukman Edy, M Si PT hutama karya Wakil Presiden Komisaris

– reporter – akhir Februari tahun lalu, tentang subyek Presiden Widodo (Jokowi) mengeluarkan presiden nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Nasional 2020 Peraturan Pertengahan 2020-2024.

Peraturan ini mengandung banyak proyek strategis, yang akan dipercepat dalam lima tahun ke depan. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1, paragraf 1, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional adalah dokumen rencana pembangunan nasional 5 tahun dari tahun 2020 hingga 2024.

Pada bulan Maret, dunia dikejutkan oleh munculnya insiden fatal yang menyebar di hampir semua negara. Dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pandemik ini dikenal sebagai penyakit coronavirus 2019 atau COVID-19.

Baca: Aplikasi normal baru mengharuskan pemerintah untuk selalu membantu orang yang terkena dampak Covid-19-menyelamatkan jiwa manusia atas nama kemanusiaan , Presiden Joko Widodo secara resmi menciptakan COVID-19, yang merupakan bencana nasional.

Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) mengumumkan Resolusi No. 12 Tahun 2020, yang menetapkan tekad bencana alam untuk menularkan penyakit virus Corona 2019 (COVID-19) sebagai bencana nasional. Untuk mempercepat penanggulangan bencana, pemerintah merasionalisasi APBN, mendistribusikan dan memfokuskan kembali, dan memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan hal yang sama.

Akibatnya, beberapa proyek telah dievaluasi dan dihapus dari daftar proyek strategis nasional.

Baca: Berita MenPAN-RB, ASN harus dapat beradaptasi dengan normal baru Covid-19 – Setelah hampir dua bulan, karena diberlakukannya kelompok sosial besar Pembatasa, kebijakan stagnasi ekonomi nasional (PSBB) telah Beberapa daerah telah memberikan dukungan bagi perekonomian nasional, sehingga pemerintah kini telah meluncurkan kebijakan normal baru dalam manajemen Covid-19. Itu tidak ada sebelum pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *