Risiko mempersiapkan Pilkada selama pandemi

Ini penuh dengan kampanye pemilihan, daripada menjadi grup komunikasi Covid-19 yang baru. Memang sudah ada kesepakatan kesehatan yang mendukung Pilkada 2020. Namun, dengan pelaksanaan Pilkada Plan, tantangan potensial tetap ada, yaitu kemungkinan mobilisasi calon ke pendukung. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan komitmen dan tanggung jawab para kandidat kepada tim suksesnya masing-masing untuk tidak mengerahkan banyak suporter selama kampanye.

Ada cukup banyak laporan berita baru-baru ini tentang tingkat pemulihan Covid-19. negara. Misalnya, pada 26 Agustus 2020, angka kesembuhan Covid-19 di negara itu dilaporkan mencapai 72,1% dari total Covid-19. Tentu saja informasi ini patut disyukuri. Namun, informasi dan data ini tidak boleh mendorong atau mendorong siapa pun, terutama calon dan tim sukses, untuk melakukan tindakan gegabah. Pasalnya, angka kesembuhan yang tinggi bukan berarti pandemi Covid-19 sudah berakhir. Sebaliknya, seperti yang telah kita lihat bersama, jumlah kasus baru terus meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Karena itu, regulasi kesehatan harus dipatuhi. Penerapan prosedur protokol kesehatan yang didukung oleh TNI-Polri masih sangat dibutuhkan.

Oleh karena itu, kita harus terus mempersiapkan dan melaksanakan Pilkada 2020 atas dasar penghormatan terhadap kesepakatan kesehatan. Angka kesembuhannya memang tinggi, namun bukan berarti Paslon dan tim sukses bisa meremehkan ancaman yang ditimbulkan oleh Covid-19. Perlu diketahui bahwa meski angka kesembuhannya tinggi, seiring dengan jumlah kasus baru yang terus meningkat, masih sulit untuk memulai rehabilitasi. Artinya, prosedur kesehatan harus terus dilakukan selama persiapan Pilkada agar semua kegiatan persiapan tidak menjadi cluster Covid-19 baru.

Baca: Industri perhotelan mulai berkembang, dibarengi dengan “kesepakatan ketat-dalam hal ini tentunya beri perhatian khusus. Kirim ke Pulau Jawa. Pasalnya sekitar 74% kasus Covid-19 tercatat di Jawa Ya. Selama Pilkada 2020 tidak akan ada Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa. Jemaah haji dilaksanakan di provinsi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.Namun, hal tersebut dikarenakan di banyak daerah dan kota, khususnya di Jawa Barat Dan Jatim baik pemilihan bupati maupun wali kota dilaksanakan, dan pulau jawa akan meriah Pilkada. Artinya banyak warganya yang akan ikut atau ikut dalam kegiatan persiapan pilkada.

Oleh karena itu buatlah warga Berpartisipasi dalam persiapan Pilkada tidak akan mengambil resiko penyebaran Covid-19, Palslon dan tim suksesnya. Kreatif dalam berkomunikasi dengan komunitas pemilu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *