Menata ulang partai politik dan pengusaha?

Penulis: Dr. Janus · Pengamat Sosial dan Politik Addis Hahn (Dr JANNUS TH SIAHAAN)

jenderal tidak menggambarkan kabinet istana saat ini yang dirancang untuk meningkatkan kinerja jilid kedua dari maksud kabinet Zuoke Wei, tetapi lebih Penyesuaian politik.

Apalagi setelah dua kali pertemuan tingkat menteri terkait jabatan KPK dan beberapa insiden politik belakangan ini.

Sandiaga Uno mengatakan Jokowi berharap dapat mempertahankan aliansi permanen dengan Gerindra. Serupa dengan pengalihan jabatan Wakil Menteri Pertahanan ke jabatan Menteri KKP dan Risma ke jabatan Menteri Sosial, hal ini menunjukkan bahwa PDIP masih menjadi motor penggerak politik utama Chokove. Komposisi kabinet telah berkurang tahun lalu.

Baca juga: Risma yang akan menjabat Mensos telah menyampaikan 4 rencana kerja utama: data penerima bansos untuk penguatan ibu

Lihat juga: Astindo (Astindo): Pimpinan Sandiaga, karena Menparekraf harus mengembangkan industri pariwisata — Oleh karena itu, posisi Kementerian Agama tidak perlu lagi digantikan oleh orang-orang berlatar belakang militer, tetapi untuk Kembali ke kebiasaan lama, yaitu digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ini berasal dari keputusan untuk mengatur ulang. Setelah Kementerian Agama mengontrol tokoh-tokoh seperti HRS dan FPI. — Sementara itu, Kementerian Kesehatan masih ragu karena Budi Gunadi Sadikin belum berpengalaman di bidang kesehatan.

Namun, karena Gunadi Sadikin memiliki pengalaman yang solid dalam mereformasi berbagai BUMN, hingga akhirnya diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN, niat Chokovi boleh jadi akan terus berlanjut. Reorganisasi dan reformasi sektor kesehatan. -Selama diangkatnya Muhammad Lutfi sebagai menteri, Jokowi berharap dapat meningkatkan kinerja perdagangan nasional khususnya ekspor.

Di satu sisi, karena catatan Muhammad Lutfi, ia sudah tidak asing lagi di bidang ini, namun ia berharap bisa meningkatkan pangsa pengusaha di kabinet.

Secara umum, reorganisasi ini bertujuan untuk mematangkan posisi politik aliansi, di satu sisi lebih kuat dalam mendukung pemerintah, namun di sisi lain, Jokowi juga berharap pengusaha dalam negeri memberikan dukungan yang sebesar-besarnya. -Khususnya untuk perwujudan hukum yang komprehensif, oleh karena itu, Saniaga, Wahyu Trenggono, Muhammad Lutfi, Budi Gunadi Sadikin (Budi Gunadi Sadikin) dan nama lainnya jadi pilihan utama.

Meski demikian, semua nama tersebut berpeluang tampil bagus, terutama Tri Rismaharini yang merupakan Wali Kota Surabaya.

Namun, bagi orang dengan latar belakang kewirausahaan, risiko konflik kepentingan juga tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *