Mengapa manusia saat ini tidak memakan hyena, jerapah, atau kuda nil?

Penulis: R.A SURYANTO, Ahli paleoantropologi biologi FK UGM

Saat ini kita makan daging sapi, kambing, ayam dan babi. Sebagian besar pola makan berbasis daging kita ada di dekatnya.

Makanan kami terdiri dari bahan-bahan dari laut, sungai dan danau, dan ragamnya relatif terbatas. Saat ini, melalui berbagai teknologi pengolahan, produk turunan semakin terdiversifikasi.

Saat ini, konsumsi berbagai tanaman kita relatif terbatas.

Kami memenuhi kebutuhan karbohidrat (berbagai biji-bijian dan umbi-umbian), sayur mayur dan buah-buahan yang saat ini banyak ditanam dan diolah; bahkan untuk penanaman agroindustri.

Saat ini, ada semakin banyak produk di industri anti korosi dan pengalengan.

Mengapa kita tidak makan jerapah, singa, hyena, zebra, kuda nil, dan singa laut? Bukankah kita makan jati, jarak, sukun, pinus atau kulup gudang? Kami hanya menikmati warna dan suara jutaan serangga.

Hanya sedikit ras di dunia yang mengkonsumsinya sebagai makanan tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *