Niat baik untuk menyederhanakan regulasi harus diimbangi dengan pemberantasan korupsi

Sudirman Said, Direktur Lembaga Kehormatan Nasional, mengatakan -TRIBUNNEWS.COM-Indonesia merupakan ruang pertumbuhan ekonomi yang menarik bagi investor, karena ukuran pasarnya, jumlah penduduk dan potensi sumber daya alamnya tidak berubah. Hanya dalam hal kemudahan hukum, tetapi juga dalam hal pelaksanaan di lapangan.

Jika semua peraturan perundang-undangan telah difasilitasi, namun perilaku aparatur manajemen selalu membuat peraturan perundang-undangan sulit diterapkan, buram dan korupsi ada dimana-mana, masih sulit untuk menjadi negara kompetitif yang menarik investasi.

Selain menyederhanakan aturan, tanggung jawab besar kami adalah meningkatkan perilaku penyelenggara negara sama pentingnya. Investor membutuhkan tata kelola yang bersih, demokratis, dan aturan yang konsisten.

Bahkan jika manajer negara menunjukkan perilaku jujur, penulis dapat memperbaiki sistem dan peraturan yang rusak.

Baca: Daftar artikel kontroversial di “Job Creation Act” yang membangkitkan amarah. Ini adalah artikel yang paling sulit dipahami oleh para pekerja. Sebaiknya penulis cenderung melakukan korupsi dan manipulasi, yang terbaik Sistem akan rusak dan dimanipulasi.

Indonesia memang merupakan ruang pertumbuhan yang menarik, tetapi korupsi harus diberantas. — Jika ingin menarik banyak investasi, tapi sinyal Indonesia ingin menjadi negara bersih mulai pudar, ini sebuah paradoks. KPK lumpuh, alat kontrol dan perimbangan berada di bawah tekanan.

Baca: Jangan Distorsi Ya, Buruh Setelah Kontrak Ditandatangani Dikompensasikan dalam UU Cipta Kerja – Jika ingin membuat investasi lebih menarik, maka seluruh pelosok negeri harus serius memberantas korupsi.

Oleh karena itu, semangat penyederhanaan pengawasan harus dibarengi dengan pemberantasan korupsi. Pengawasan dan integritas ibarat dua sisi mata uang, jika tidak ada, akan sia-sia.

* Artikel ini adalah opini pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *