Kekerasan demonstrasi adalah kejahatan, kajian hukum yang dilakukan dari perspektif negara demokrasi

Penulis :. C Suhadi

Protes oposisi omnibus bill beberapa hari terakhir ini menggugah kekhawatiran masyarakat, selain menunjukkan arogansi dan kekerasan dari pengunjuk rasa di luar, otak di balik performanya juga tak kalah seru. Bukti mental dalam peragaan biasanya sulit dipelajari, tetapi kali ini baunya menyengat.

Selain uang yang ditampilkan melalui media sosial, foto mobil pesta juga diambil. Kali ini, ini mungkin bukan kebetulan, tapi ini telah menjadi pemandangan yang bagus.

RUU tersebut terkonsolidasi dari video call pimpinan partai yang sedang berkuasa bersama anggota RPD saat RPD disetujui. Dan, dalam rekaman videonya yang viral itu, Ketum memerintahkan penolakan persetujuan dan putusan Sidang Paripurna Republik Demokratik Rakyat.

Jadi, jika melihat uraian di atas, demo Partai Demokrat dan Partai Buruh adalah bagian dari buruh. Gerakan menolak RUU tersebut. Cipta Melanggar Hukum.

Apakah begitu mudahnya menolak RUU yang akan segera disahkan, mungkin akan dikoreksi bagi yang tidak mengetahui RUU tersebut, tetapi tidak bagi yang mengetahuinya. — Undang-undang tidak hanya akan muncul ketika RUU itu disahkan dalam referendum, tetapi juga akan memiliki liku-liku.

Pertama, menurut Pasal 20 ayat (1) UUD 1945 (“UUD 1945”), kewenangan membuat undang-undang (UU) adalah milik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selain itu, Pasal 20 ayat (2) UUD 1945 mengatur bahwa setiap RUU harus dibahas oleh Partai Rakyat Demokratik dan Presiden untuk mendapatkan persetujuan kedua belah pihak. Sebelum membahas RUU tersebut juga harus ada studi perguruan tinggi di perguruan tinggi, karena harus dilakukan penelitian akademik yang artinya RUU tersebut tidak hanya asal usul yang dapat menyiksa masyarakat umum, tetapi juga melebihi anggaran. tubuh. Setelah itu, masing-masing komite membahas RUU tersebut dan kemudian melakukan rapat komite bersama. Artinya, semua komite terkait dengan RUU tersebut. Rapat berikutnya adalah rapat legislatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *