Ungkapkan teknik makanan dalam undang-undang hak cipta yang komprehensif

Makanan menyesatkan

Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja Terpadu ditemukan: KH. Imam Jazuli, Magister (MA) *

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah dan perwakilan masyarakat memiliki niat yang tidak konsisten untuk mempertahankan ketahanan pangan nasional. Ketentuan Undang-Undang Penciptaan Kerja Komprehensif bertentangan. Isyarat ini tercermin dari banyaknya artikel yang ditulis terburu-buru oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satunya di bidang pangan nasional.

Ketentuan hukum Ciptaker membatalkan satu sama lain. Sebuah artikel mendukung penguatan produksi nasional. Di artikel lain, mendukung impor pangan dari luar. Alhasil, lahirlah ide impor untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Kontradiksi yang tak habis-habisnya ini dapat dilihat sebagai:

Pertama, amandemen Pasal 15 berbunyi: “Produksi pangan dalam negeri digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan.”

Dalam pasal ini, pemerintah adalah Komitmen produksi tinggi. . Orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah dalam produksi dan bekerja sama dengan pemerintah.

Namun, dalam amandemen Pasal 36, “political will” pemerintah untuk produksi dalam negeri masih ambigu, isinya sebagai berikut: (1) Impor pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, (2) Impor curah Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan cadangan biji-bijian negara. “

Sudah ada celah dalam Pasal 36 di atas, yang jauh dari janji Pasal 15. Produksi tidak bisa sejajar dengan impor, tanah, dan Barat dan Timur. Keduanya tidak bisa berjalan beriringan. -Tiga Puluh Kosong yang dibuat oleh Pasal 6 dapat diisi oleh elit politik, memanipulasi statistik, dan mengarahkan opini publik.Dengan demikian, suatu saat pemerintah mempunyai alasan untuk mengimpor karena produksi yang tidak mencukupi. -Politisasi Pasal 15 Cakupan penggunaan Pasal 36 sangat kuat, Pasal 39: “Pemerintah pusat telah merumuskan kebijakan dan peraturan impor pangan dalam rangka pertanian berkelanjutan yang telah meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. , Pembudi daya ikan, pelaku mikro dan kecil di bidang pangan. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *