Epson juga memelihara sejarah melalui digitalisasi catatan dari perpustakaan bersama

Terpisah TRIBUNNEWS.COM-Epson Indonesia menunjukkan kemampuan teknisnya dengan mendukung perpustakaan bersama Pura Mangkunegaraan, program digitalisasi dokumen sejarah di perpustakaan Solo. Total jumlah dokumen yang dipindai oleh Epson adalah sekitar 3132, total 400.202 halaman. Kerjasama dengan PT. Unibless Indo Multi adalah mitra Epson Indonesia dalam solusi pengarsipan digital dan dapat mengakses dokumen yang dipindai menggunakan aplikasi sistem pengisian elektronik (EFS) yang disebut UNIDocSys.

Arsip dari Kuil Mangkunegaraan biasanya menyimpan nilai keaslian dalam bentuk kertas, dan dilindungi dari berbagai faktor untuk mencegah kerusakan pada file yang diarsipkan. Karena faktor eksternal dan internal, banyak file yang belum diklasifikasikan dan diproses telah rusak.

“Koleksi Perpustakaan Mutual Aid sudah sangat tua. Jika kita masih ingat sejarah penciptaannya, sekarang sudah 152 tahun. Jadi, bahkan jika kondisinya memburuk, kondisi (dokumen) sekarang sangat rapuh. Karena banyak pengunjung Para pembaca (pinjam kami) masih memandu para pembaca untuk memperhatikan membaca, karena itu perlu untuk mendigitalkan kegiatan-kegiatan tersebut agar berharap para pembaca dapat membaca atau menghargai karya para ahli media, sehingga pembaca R. Ngt berkata. Wudela. (Darweni, M. Hum) adalah administrator dari manuskrip kuno dari Perpustakaan Umum. Menurut Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional untuk Pengembangan E-Government, semua masalah layanan pemerintah dan masyarakat akan ditampilkan di masa mendatang. .Electronics. Epson Indonesia bekerja sama dengan Unibless Indo Multi untuk secara aktif mendukung pelestarian budaya melalui digitalisasi arsip-semua tahap digitalisasi arsip telah dilakukan, termasuk pekerjaan persiapan digital yang dilakukan oleh Epson Indonesia. Klasifikasi arsip dan transmisi / digitalisasi media Implementasi, implementasi aplikasi Electronic Filling System (EFS) dan pengembangan aplikasi Electronic Filling System (EFS).

“Kami telah mempercayakan tim gabungan Jakarta dan Semarang ke koleksi Perpustakaan Kuil Mangkunegaran Didigitalkan. Kami telah mendigitalkan file, kami membuat file pdf, dan menyimpannya. Kemudian, kami menggunakan aplikasi Flipbook untuk mengedit pemindaian dan mengubahnya menjadi e-book, yang berisi daftar nama buku; jika Anda ingin memindahkan halaman, Anda dapat dengan mudah membaca halaman dengan menggerakkan kursor ke kiri dan ke kanan, “kata Direktur PT Sylvie Selyn Sembiring. Unibless Indo Multi .

Dalam program ini, Epson Indonesia bekerja sama dengan PT. Unibless Indo Multi menggunakan Epson ELPDC06 dan ELPDC11 sebagai Peralatan untuk mentransfer file media / pemindaian. Epson Indonesia mengakui bahwa arsip arsip historis adalah salah satu aset budaya yang harus dilestarikan.

“Epson Indonesia berharap dapat berkontribusi pada digitalisasi dokumen ini melalui Epson. Teknologi Epson dapat digunakan di Indonesia Berperan dalam pelestarian budaya. Mendigitalkan dokumen menggunakan pemindai Epson adalah solusi untuk pelestarian dokumen dengan sejarah fisik. “Diungkapkan Riswin Li, kepala departemen pemasaran Epson Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *