Selama pandemi virus korona, Vivo mengungkapkan penjualan ponsel yang sangat dinamis

Laporan reporter Tribunnews.com tentang Hari Darmawan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Vivo Indonesia mengakui bahwa sejak virus korona atau pandemi Covid-19, penjualan ponsel menjadi sangat aktif.

Meskipun Fachryansyah Farandy, Kepala Digital Public Relations Director Vivo Mobile Indonesia, mengatakan bahwa momentum penjualan sudah terlihat jauh sebelum pandemi virus corona.

Baca: Daftar harga Vivo HP terbaru untuk Mei 2020: dari V17 Pro, Vivo Y19 hingga Vivo Y30, penuh!

“Tetapi dalam epidemi ini, itu menjadi lebih dinamis. Jadi itu bisa jatuh, naik dan kemudian naik lagi. Sangat penting untuk beralih dari jatuh ke naik,” kata Fachry dalam konferensi video. Rabu (20 Mei 2020).

Dia juga menambahkan bahwa karena dampak dinamis yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi normal, ia umumnya tidak dapat menyimpulkan apakah akan meningkat atau menurun.

Fachry juga menyebutkan bahwa efek dinamis ini meningkatkan kurva penjualan online.

Menimbang bahwa sebagian besar penjualan masih offline.

Fachry berkata: “Dimungkinkan untuk meningkatkan penjualan online karena konsumen saat ini tidak dapat berbelanja di toko offline.”

“Oleh karena itu, kami mengusulkan rencana layanan belanja seluler Fachry berkata:” Kami juga menyediakan Program jaminan diperpanjang dari layanan pusat adalah untuk memenuhi “kebutuhan konsumen”. Dia melanjutkan. Informasi menunjukkan bahwa menurut lembaga tersebut, Vivo sendiri saat ini adalah merek ponsel nomor satu di pasar Indonesia. Perusahaan riset Indonesia IDC.

Menurut laporan IDC Indonesia, meskipun mengalami penurunan, Vivo telah membentuk pangsa pasar 25-30%. Wabah Covid-19 telah menyebabkan tren peningkatan pengiriman ponsel.

Membaca: Profesor ini sedang mengembangkan alat deteksi korona, hanya dalam proses mengubah arah ponsel

“Prestasi ini tentu saja alasan mengapa kita bisa mendapatkannya karena Vivo selalu memastikan bahwa produk-produknya selalu tersedia di Fachry. —Fachry melanjutkan, Vivo juga menjaga ketersediaan produk dengan menerapkan strategi keseimbangan antara penawaran dan permintaan, yang merupakan kunci untuk berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *