Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi para siswa paket data yang dapat dinegosiasikan dengan harga murah ke operator seluler

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Reza Deni

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang bernegosiasi dengan perusahaan telekomunikasi untuk mendapatkan biaya menggunakan paket data untuk mendapatkan manfaat pendidikan jarak jauh atau siswa belajar online Lebih. – “Kemarin, menteri (Nadiem Makarim) tampaknya telah berdiskusi dengan Telkomsel dengan tujuan untuk mencapai hasil yang dapat dinegosiasikan. Satu gigabyte c adalah seribu rupee untuk siswa,” kata direktur Kementerian Pendidikan Tinggi. Paris Cultural Education and Culture, Senin (8/8/2020). Paris mengatakan pada Telkomsel bahwa mereka juga bernegosiasi dengan Indosat Ooredoo. Namun, dia tidak mengungkapkan rincian negosiasi yang sedang berlangsung. Baca: Telkomsel mempromosikan 10GB paket perangkat lunak Internet murah. Harga mulai dari Rp.2 dan mudah diaktifkan. Yang lain mengatakan bahwa negosiasi yang diusulkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan didasarkan pada kebutuhan siswa. Paris mengatakan bahwa kebutuhan internet siswa untuk rentang belajar sebulan dari 10 hingga 20 GB.

Baca: Kuota data menyediakan space hingga 300 GB dengan harga Rp 105.000

“Kemarin kami ajukan negosiasi pertama untuk memastikan pengurangan bulanan 30 GB, atau kami minta pengurangan kuota. Jam kuliah: Dari jam tujuh pagi hingga jam dua siang. Ini yang kami inginkan, “lanjut Paris.

Paris berharap bantuan kuota internet semacam ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh para pelajar untuk belajar. Paris berkata: “Jika Anda menggunakan Youtube, Netflix, dan kemudian bermain game, (kuota) 30 GB per bulan tidak cukup.” “Sebenarnya, jika saya ingat dengan benar, menteri akan menyimpulkannya. Temui presiden sehingga saya berharap bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *