Grab mendenda 300 miliar rupee, Hotman Paris: preseden untuk citra komunitas bisnis Indonesia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ditemukan terkait dengan Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia) (Laporan I) dan PT Indonesia Transport Technology (TPI) (TPC) (Laporan 2), yang diduga melakukan diskriminasi terhadap pengemudi mitra.

KPPU memutuskan untuk mengenakan denda 300 miliar rupee pada PT Solusi Transportasi (GRAB) di Indonesia

— KPPU juga mengenakan denda 190 miliar rupee pada PT Teknologi Transportasi Indonesia (TPI)

Read: Robbery 360 PHK 8 Negara (Negara), Antony Tan (Antony Tan): Ini bukan keputusan yang mudah-keputusan itu dinyatakan melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 (Larangan Perilaku Monopoli dan Persaingan Komersial Tidak Sehat) Dan Pasal 19. Penasihat hukum PT Grab Teknologi Indonesia (Grab Indonesia) dan Pengangkutan Indonesia PT Hotman Paris Hutapea memberikan jawaban dalam kerangka kerja Putusan KPPU No. 13 / KPPU-I / 2019.

“Keputusan KPPU adalah preseden buruk bagi citra dunia. Di mata dunia. Ketika Presiden Joko Widodo mencoba membujuk investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, KPPU menyetujui Investor asing (Grab dan TPI) yang telah banyak berinvestasi di Indonesia dan membuka peluang kerja besar dengan pertimbangan yang tidak sesuai dengan fakta Indonesia, “kata Hotman dalam keterangan tertulis, Jumat (7 Maret 2020). Holtman menjelaskan bahwa semua koperasi Grab yang disumpah sebelum pesaing TPP menyatakan sebelum persidangan bahwa mereka tidak pernah merasa didiskriminasi oleh keberadaan TPI. — Tetapi KPPU tetap bersikeras bahwa Grab mendiskriminasi koperasi ini tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tolong perhatikan pengawasan Presiden Joko Widodo terhadap lembaga-lembaga KPPU. Jika masih ada lembaga yang menghukum investor asing tanpa dasar hukum yang jelas dan gagal mematuhi hasil fakta hukum persidangan, investor asing akan kehilangan Ketertarikan pada investasi modal di Indonesia dan mengenakan denda yang sangat besar. Hotman menjelaskan artikel yang diterima Tribune. Menurut kepala ekonom Faisal Basri (juga ahli dalam percobaan KPPU), keberadaan teknologi aplikasi Grab dan TPI ditemukan Ini telah membawa manfaat besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya Indonesia menyediakan banyak pekerjaan untuk pengemudi mitra dan menanggung lebih banyak biaya transportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *