Tembus 3,6 juta pengguna, aplikasi Mandiri online tumbuh 62%

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – CEO Bank Mandili Royke Tumilaar mengatakan bahwa layanan digital harus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan berkelanjutan bisnis Bank Mandili. Dia mengatakan dalam panggilan konferensi yang diadakan di Jakarta pada hari Senin (6 Juni 2020): “Maret 2020 pengguna aktif aplikasi Mandiri Online mencapai 3,6 juta pengguna, meningkat 62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.” — Dia menjelaskan Dikatakan bahwa nilai transaksi mencapai 229,5 triliun rupiah, sehingga perusahaan berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Selain itu, juga memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi pemegang saham,” kata Royk. — Untuk alasan ini, kami fokus pada menantikan masa depan, salah satunya akan mengembangkan solusi perbankan digital dan perubahan perilaku konsumen yang cenderung beralih ke saluran digital, “kata Royke.

Baca: PLN: Dapat dipasang tinggi Bayar 60% dari tagihan listrik di muka …

Untuk masa depan, Bank Mandiri juga telah merumuskan berbagai strategi, termasuk bidang grosir, usaha kecil dan menengah (UMKM) dan menjadi bank digital modern, sebagai wajah dari persaingan tak terbatas yang semakin meningkat Langkah-langkah yang diharapkan dari IHSG akan sulit untuk terus diperkuat

tahun ini perusahaan mulai memperkenalkan layanan integrasi online, melalui layanan ini, masyarakat tidak perlu pergi ke cabang atau mengunduh aplikasi untuk membuka akun. Baca: tujuh terminal bus Jabodetabek kembali Untuk menyediakan layanan untuk armada AKAP dan AKDP- “Namun, kunjungi saja tautan bankmandiri.co.id untuk mendaftar atau melakukan pemindaian QR melalui ponsel Anda,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *