Senin akan berusaha menghentikan ponsel ilegal melalui IMEI

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (Kominfo) telah menunda uji coba nomor ponsel ilegal atau pasar gelap (BM) melalui nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).

Awalnya, rencana tersebut akan diuji mulai 13 hingga 14 Februari 2020.

Mochamad Hadiyana, Direktur Standardisasi Teknologi Pos dan Informasi (SPPI), mengatakan bahwa setelah menunda rencana tersebut, tes baru akan dilakukan pada Senin (17/2/2020). Dia berkata: “Dari pagi ini hingga sore ini, operator masih bekerja keras untuk membahas kasus penggunaan dan indikator keberhasilan mereka untuk menunda tes sampai Senin.” .— Menurut Hadiyana, harus Permintaan operator untuk menunda uji coba. — Di sini, kasus penggunaan mengacu pada pengelolaan berbagai situasi, seperti nomor IMEI yang dikloning, telepon turis asing, dll.

Tes juga hanya akan menggunakan sampel virtual. Ini berarti bahwa perangkat yang saat ini terhubung ke layanan seluler tidak akan terganggu. Dia menambahkan: “Tapi besok Jumat, data emisi akan ditransfer dari operator ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin).”

Baca: Ikuti instruksi Perusahaan Manajemen Kliring Aset Padi Mina OJK 6 Produk Reksa Dana

Ini Data yang dibuang adalah kumpulan IMEI yang dipegang oleh operator telepon seluler yang memiliki atau masih menggunakan kartu SIM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *