Hindari menggunakan media sosial untuk mencuri data pribadi dengan bijak

Wartawan Tribunnews melaporkan bahwa Hendra Gunawan (Jakarta), Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Baru-baru ini, pelanggaran data pribadi orang Indonesia mengejutkan dunia virtual negara tersebut. Operator telekomunikasi tiba-tiba dituduh berada di balik kasus ini.

Forensik Ruby Alamsyah juga menganalisis kejadian itu. Ini adalah tampilan teknis yang mengakses server operator seluler dari jarak jauh untuk menampilkan data pengguna operator telekomunikasi.

“Menurut saya, apa yang ditampilkan bukan gambar teknis, tetapi sebenarnya diperoleh dari server yang berisi data pelanggan dari operator telekomunikasi. Jika memang teknis, maka harus ada banyak jejak digital dan kita dapat dengan mudah Ikuti mereka di mana-mana, “kata Ruby dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (8 Agustus 2020).

– Ruby mencurigai bahwa data yang ditampilkan tampaknya adalah data asli, yang mungkin telah diperoleh dan dikombinasikan dengan kebocoran data yang telah terjadi.

Kebocoran nama, nomor NIK dan KK dapat diperoleh dari banyak sumber. Selain itu, data pribadi KPU juga diungkapkan.

Baca: Forum Mujahidin melaporkan kepada polisi bahwa Denny Siregar dipanggil oleh Santri sebagai kandidat teroris foto- “Data tersebut mungkin berasal dari data korban Media sosial, dan ditampilkan oleh penulis, seolah-olah dari server operator tertentu. Nomor NIK dan KK dapat diperoleh dari kebocoran data KPU. Nomor ponsel dapat diperoleh dari nomor grup WA (ditafsirkan sebagai Ruby) .- Sudah diketahui bahwa Indonesia Data pribadi sering dilaporkan bocor, dan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat “melihatnya”. Beberapa laporan bocor datang dari penyedia layanan belanja online, ojek sepeda motor online, atau bahkan pemilih tetap yang terdaftar di KPU (DPT)

Baca: Pertanyaan Denny tentang kasus Siregar, polisi berencana untuk mewawancarai banyak saksi hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *