Robot kolaboratif, koordinasi manusia-mesin dan efisiensi produksi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-merekomendasikan agar industri manufaktur Indonesia mempercepat penggunaan otomatisasi robot agar tetap menjadi negara yang kompetitif dan efisien dalam lingkungan ekonomi yang sulit. Robot yang menilai kondisi pasar saat ini tidak stabil.

Melalui jenis robot baru yang disebut “robot kolaboratif”, tingkat otomatisasi terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan produksi.Tujuannya adalah untuk menjembatani kesenjangan antara manual sistem perakitan dan sistem manufaktur otomatis. -Universal Robots mengklaim bahwa Cobot memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan Indonesia, terutama di bidang manufaktur, hingga 30%.

“Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dan telah pindah dari kekuatan pertanian tradisional ke negara saat ini. Dukungan kuat untuk teknologi, manufaktur, dan jasa. Pemerintah mendorong penerapan transformasi Industri 4.0 dari robot global, Asia Tenggara dan Oceania Kepala Darrell Adams mengatakan: “Ini termasuk meningkatkan tenaga kerja dan adopsi teknologi perusahaan, dan otomasi Cobot tidak diragukan lagi merupakan inovasi yang dapat menguntungkan Indonesia. Integrasi Cobot yang sukses akan menjadi integrasi bertahap yang baik, kolaborasi yang harmonis antara orang Indonesia dan mesin.

Ini memungkinkan lebih banyak industri untuk menerima otomatisasi tanpa meninggalkan tenaga kerja.

Adams menjelaskan bahwa Cobot dapat dengan mudah diprogram ulang untuk melakukan tugas-tugas baru untuk memenuhi kebutuhan produksi jangka pendek bisnis, dan kemudian beradaptasi dengan pemrosesan lanjutan dengan ukuran lebih besar. Produksi batch yang lebih kecil.

Mengadopsi Cobot dapat membantu meningkatkan kontribusi manufaktur dan ekonomi, dan meningkatkan kemampuan inovasi UKM. Pada saat yang sama mengurangi cacat produksi sebesar 90% dan meningkatkan laba sebesar 20%.

Universal Robot menargetkan industri besar seperti elektronik, mobil, makanan dan minuman, bahan kimia, semikonduktor, produk furnitur dan konsumen.

“Lokasi bekerja di masa depan, dan akan dikelola oleh pekerja terampil dengan bantuan perangkat pintar. Adams mengatakan:” Robot kolaboratif dapat mengotomatisasi dan menyederhanakan proses berulang yang berpotensi berbahaya, sehingga memastikan lingkungan kerja yang aman sambil meningkatkan Produktivitas dan efisiensi. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *