Dengan proyek HoneyNet, BSSN dapat mendeteksi lebih dari 5.600 ancaman malware

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Direktur Badan Jaringan dan Enkripsi Nasional (BSSN) Jakarta TRIBUNNEWS.COM menyatakan bahwa Sulistyo telah mengumpulkan lebih dari 5.600 sampel malware. -Menurutnya, jumlah malware ini telah terdeteksi. Lulus dari rencana Indonesian HoneyNet Project (IHP). Sulistyo menyebut “Kami dan Malware” di webinar SIBERMINBaper. Dia berkata: “Karena ada varian virus yang berbeda, semakin banyak pihak yang bekerja sama dengan kami di HoneyNet ini. Kami akan Perangkat lunak ini melakukan penelitian dan analisis berbagai informasi. “. BSSN dilakukan melalui platform video conference Jumpa.id, Kamis (2020/9/09).

Sulistyo mengatakan bahwa beberapa virus memang merupakan virus baru, dan ada pula yang merupakan virus lama yang sudah dimodifikasi. Sulistyo mengatakan: “Sejauh ini, BSSN telah mencapai tiga sumbu berbagi informasi, yaitu departemen pemerintah, UKM, dan departemen infrastruktur kritis.” Baca: Apa itu TRIBUNNEWSWIKI-Savoir malware dan cara mengalahkannya-Baca: Minta Raffi Ahmad beli motor dengan harga Rp 430 jutaan, Gideon Tengker: Kalau tidak, saya akan jual mobilnya Rafatha– – HoneyNet (melanjutkan Sulistyo) memasang HoneyPot seharga 56 sen dan menggambar peta. Terutama melalui penyebaran malware untuk mengetahui karakteristik dan jenis serangan cyber Indonesia. Sulistyo mengatakan: “Kami sudah memiliki sampel unik. Kami sudah mengetahui bentuk TTP dari malware tersebut, kemudian mengetahui cara berkomunikasi dengan server utama yang menyebarkan malware.”

Selanjutnya, menurut Sekretaris Utama BSSN Syahrul Pernyataan Mubarak. Mengingat salah satu ancaman dunia maya adalah pesatnya perkembangan malware atau perangkat lunak berbahaya, Syahrul mengatakan bahwa malware tersebut dapat menyebabkan keterlambatan perangkat anti malware, sehingga tidak dapat mendeteksi malware di sistem komputer. Syahrul mengatakan dasar penyusunan strategi keamanan siber nasional hanya terdapat di BSSN, namun dapat diterapkan oleh instansi atau lembaga lain.

Produk proyek Honeynet ini, kata Syahrul, bisa digunakan dengan aman oleh jaringan. Peserta seperti instansi pemerintah, akademisi dan peneliti. Syahrul Syahrul mengatakan, corporate departement menyusun tujuan cybersecurity di departemennya masing-masing. “Data tentang malware dan karakteristiknya merupakan salah satu aset berharga yang harus dikelola dengan baik.” Kemandirian bangsa Indonesia adalah mengembangkan kemampuan dalam menjaga cybersecurity. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *