Ini adalah standar pesangon untuk karyawan Gojek yang terkena dampak di atas.

TRIBUNNEWS.COM-Kabar karyawan terkena pandemi terus menghiasi layar smartphone. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Sebuah perusahaan teknologi tinggi yang didirikan oleh anak lokal Gojek juga mengalami perjalanan yang sulit ini. Perusahaan harus menyumbang 9% dari total jumlah karyawan dan menutup layanan GoLife dan GoFood Festival. Keputusan tersebut dibuat tanpa adanya opsi transfer internal bagi karyawan untuk bekerja di departemen lain. Detail tentang perubahan yang ada.

Disebutkan bahwa Gojek akan memberikan dukungan terbaik kepada karyawan yang terkena dampak, termasuk

Penyesuaian bisnis ini dilakukan oleh Gojek untuk menyesuaikan dengan kebiasaan pelanggan baru sejak pandemi. -Perusahaan bekerja sama dengan mitra dagang untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan, membantu pedagang yang sebelumnya hanya menjual produk offline untuk bermigrasi ke Internet dengan cepat, dan menerapkan berbagai program untuk mendukung mitra yang mempromosikan mata pencaharian. Masa depan yang dikenal dengan berbagai inovasinya dapat menumbuhkan gagasan baru untuk menghidupkan kembali perekonomian rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *