Mitra Tokopedia mengundang Warung dan pemilik toko kelontong untuk masuk ke platform digital

Laporan reporter Tribunnews.com Lita Febriani

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tokopedia, melalui ekosistem Mitra Tokopedia, tengah mempercepat adopsi platform digital oleh pelaku bisnis retail tradisional (seperti merchant, toko grosir, dan bisnis sejenis). -Tujuannya agar para pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya selama pandemi Covid-19, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi. Sebagai persentase dari pendapatan negara, hal tersebut berdampak besar pada pemulihan ekonomi Indonesia yang saat ini terkena pandemi. — “Keberadaan warung juga bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar saat terjadi pandemi,” ujarnya, Rabu (2020/7/15).

Dia memberi tahu aplikasi Tokopedia Mitra untuk memungkinkan bisnis tradisional membeli inventaris untuk penyimpanan offline, yang dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien melalui ponsel.

Baca: Pakar data pengguna Tokopedia yang beredar di email dan perangkat seluler mengatakan DSOS berbahaya-mereka juga bisa meningkatkan pendapatan dengan mempromosikan berbagai penjualan produk digital, seperti pulsa, paket data, voucher game, Listrik, air, tagihan BPJS, dll.

Baca: Tanggapan Tokopedia Terkait Beredarnya Link Download Data 91 Juta Pengguna di Facebook

Ia mengklaim hingga Juni 2020, aplikasinya sudah digunakan jutaan pelaku bisnis mainstream, dan jumlahnya 500 di Indonesia Puluhan juta orang di berbagai kota / wilayah menyediakan layanan.

Karena pandemi memberikan peluang bisnis yang sangat besar bagi orang-orang, para pemain yang mengubah kebiasaan berbelanja mereka dari perdagangan tradisional offline menjadi perdagangan tradisional online meningkatkan pendapatan mereka.

Pihaknya baru saja meluncurkan fungsi pembayaran Tagihan Tokopedia di aplikasi Tokopedia Mitra untuk menjadikan toko atau butiknya menjadi tempat pembayaran Tokopedia untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *