Demi keamanan jaringan, banyak negara yang menutup aplikasi Tik Tok, bagaimana dengan Indonesia?

Reporter Tribunnews News, Larasati Dyah Utami-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Banyak negara telah mengambil langkah untuk menutup akses tik tok terkait cyber security atau cyber security. Misalnya, India mengangkat masalah keamanan data dan memutuskan untuk melarang 59 aplikasi seluler China, termasuk platform video TikTok yang populer.

Sejak saat itu, pejabat AS dan Australia menyerukan pelarangan penggunaan aplikasi tersebut, dengan alasan pemerintah China dapat mengakses data pengguna Tik Tok karena aplikasi tersebut dikutip di situs Fortune, Selasa (8 April 2020). Dengan begitu, itu dimiliki oleh perusahaan teknologi Beijing ByteDance Ltd.

Bagaimana dengan Indonesia?

Menteri Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Indonesia Grata Enda Vedanentias mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tentunya juga sangat patuh dengan berbagai kebijakan dari beberapa negara untuk menutup aplikasi keamanan Tiktork. Alasannya.

Namun, Grata mengatakan, Indonesia tidak akan segera mengambil tindakan serupa dengan negara lain. Patuhi dan patuhi peraturan perundang-undangan negara, “ujarnya. Grata mengatakan dalam jumpa pers online dengan media, Jumat (2020/7/8).

Pejabat Kementerian Luar Negeri menyatakan, pemerintah Indonesia akan terus memantau Dan meminta komitmen untuk mengimplementasikan aplikasi media sosial.Terutama dalam hal keamanan konten dan penggunaan data Indonesia.

Asalkan tidak melanggar hukum dan undang-undang teknologi informasi, Indonesia tetap mengizinkan penggunaan Tiktok. Ia mengatakan akan terus berkembang di Indonesia bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *