50% UMKM belum terhubung ke platform digital terintegrasi

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan dari Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyatakan saat ini 50% UMKM belum terkoneksi dengan platform digital terintegrasi. Belum masuk. Ini yang masih kami ulas. Namun, jika kami perkirakan sekitar 50% dari mereka terhubung ke pasar online, dan setidaknya dana yang dapat diidentifikasi berdasarkan nama dengan alamat, maka setidaknya mereka sudah ada. .

Menurut Teten, ke depan penting untuk menghubungkan UMKM dengan platform digital yang terintegrasi agar pemerintah dapat lebih mudah melaksanakan langkah-langkah stimulus.

Apa artinya ini, misalnya dari segi sumber daya manusia, modal dan pasar. — “Dari UMKM yang terkoneksi digital mudah melihat file digitalnya, karena kemarin Kemenkeu dengan mudah menyetujui bantuan kepada mereka, karena penamaan berdasarkan alamat sudah bagus,” imbuhnya. . -Membaca: Goikk telah menjadi bagian dari stasiun terintegrasi, dan kini transportasi umum N Aik lebih nyaman-kabar baiknya adalah saat ini sebanyak 750 unit terhubung ke pasar online dan sebanyak 3,5 juta instalasi warung tradisional telah teridentifikasi . Beberapa belum didorong ke sana. – “Jadi sebenarnya banyak kelompok seperti itu sekarang, dan kalau kita mau bangun platform kita butuh banyak paguyuban UMKM, jadi mereka mau gabung. Kalau berbisnis pasti ada yang mereka suka,” Teten. kata fintech.

Meski virus Corona semakin marak, pelaku tekfin telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyasar sektor informal yang belum masuk ke bank.

Baca: 36 Aplikasi dianggap berbahaya Jadi sudah di banned oleh google play sekalipun data UMKM yang login ke perusahaan fintech sudah mencapai 20% … benar-benar saling melengkapi. UMKM juga butuh UMKM, seperti di SDM, keuangan, pemasaran, domestik Dan ekspor, “kata Teten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *