Pentingnya pendidikan keamanan jaringan untuk mencegah peretas menyusup

TRIBUNNEWS.COM-Telkomsel mengadakan webinar bertema “Memahami Situasi Ancaman Seluler, Tren Terkini, dan Prospeknya 2021” pada Jumat sore (23/10/2020). Peserta dalam acara tersebut diminta memahami ancaman serangan dunia maya terhadap individu atau bisnis.

Menurut Tom Davison, International Senior Director of Security Engineering at Lookout, ada beberapa faktor yang meningkatkan ancaman risiko di dunia digital. .

“Untuk perangkat lunak, kerentanan biasanya disebabkan oleh mengunduh aplikasi di luar App Store atau Play Store daripada memperbarui aplikasi,” jelas Tom. — Tom menambahkan bahwa faktor pengguna juga dapat meningkatkan ancaman peretas. Misalnya, pengguna yang di-jailbreak / root tidak menambahkan PIN keamanan ke ponsel cerdas mereka.

“Selain tidak memasang kode PIN pengaman, secara otomatis menyambung ke jaringan Wifi (otomatis tersambung ke Wi-Fi) bisa dikatakan oleh Tom, hal ini akan meningkatkan risiko serangan hacker .— Mengikuti Indonesian Internet Security Forum (ICSF) Mengikuti jejak President dan Co-Founder Tom, Ardi Sutedja juga mengatakan bahwa saat ini pemahaman masyarakat tentang keamanan jaringan masih sedikit. Masyarakat hanya memahami bagaimana cara menggunakannya, namun belum memahami risikonya .

“Harus kita akui kemampuan kita hanya untuk menggunakan (sejenis teknologi), dan tidak pernah mempertimbangkan risiko yang ada,” jelas Adi. Tingkat pendidikannya rendah, tapi di dalam perusahaan pun banyak orang yang masih belum mengetahui bahwa keamanan ada di dunia digital. Dari situ terlihat masih banyak perusahaan yang tidak mengeluarkan uang lebih untuk meningkatkan keamanan sibernya. Dari tahun 2017 hingga 2020, sebagian besar anggaran keamanan siber perusahaan masih sangat rendah yang mana sangat lemah. Di saat yang sama, nilai investasi layanan digital terus meningkat, ”jelas Aldi. -Menurut Ardi, dalam proses digitalisasi, setiap perusahaan harus secara sadar melindungi asetnya di dunia digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *