Kekuatan bangsa diukur dari kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto report-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Iptek merupakan fondasi pembangunan ekonomi dan telah mengarah pada transisi menuju ekonomi global. Ekonomi berbasis sumber daya) telah menjadi ekonomi berbasis pengetahuan dan informasi (ekonomi berbasis pengetahuan).

Saat ini, “kekuatan suatu negara diukur dari kemampuan iptek untuk menggantikan modal, tanah dan energi sebagai kekuatan ekonomi utama” untuk meningkatkan daya saingnya.

“Pengembangan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi serta produktivitas adalah kunci keberhasilan realisasi daya saing berkelanjutan, dan daya saing berkelanjutan menentukan kemandirian ekonomi suatu negara secara luas,” Pontejo Su Tovo mengatakan pada konferensi FGD. Tema teknologi kesehatan dan Farnasu hampir digelar pada Sabtu (2020/9/9). — Mengingat pentingnya peran iptek dalam kemandirian ekonomi dan pembangunan suatu negara, selain itu Indonesia telah bertekad menjadi negara Angola pada tahun 2045, sehingga perlu kerja keras untuk meningkatkan penguasaan dan perkembangan inovasi teknologi.

Baca: PSBB Total Berlaku Lagi, Grab Usulkan Teknologi Geofencing

Ketua FKPPI menambahkan, kecakapan teknologi Indonesia bisa dilacak dari berbagai indeks yang dikeluarkan lembaga internasional. Misalnya, indeks ekonomi pengetahuan menunjukkan betapa rendahnya kontribusi nilai tambah iptek dan tingkat inovasi Indonesia bagi pertumbuhan ekonomi. Total faktor produktivitas pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 1%, dibandingkan dengan 14% di Korea Selatan dan 24,1% di Taiwan. Ini menunjukkan kemajuan teknologi Indonesia sangat rendah.

Aliansi Nasional bekerja sama dengan Lingkaran Penelitian Ekonomi Kepulauan (LKEN) untuk melakukan penelitian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *