Rumah tangga Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi rumah pintar

Laporan reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Era teknologi sedang mendekati kehidupan kita sehari-hari. Di bidang peralatan rumah tangga, peralatan rumah pintar dan teknologi pintar lainnya membuat hidup lebih mudah.

Rumah pintar adalah konsep yang mengatur peralatan dan perlengkapan rumah tangga, yang dapat dikontrol dan dijangkau secara otomatis

dan baca: Ariston merekomendasikan penggunaan Andris2 Top Wi-Fi, pemanas air terintegrasi rumah pintar– –Bahkan di luar keluarga.

Di negara maju, karena fungsi, efisiensi, keamanan, dan keandalan rumah pintar, penggunaannya telah menyebar ke seluruh dunia. Ada juga keuntungannya. Dapat dikontrol dan dimonitor dari jarak jauh.

Namun di Indonesia, produk rumah pintar ini sepertinya sangat terbelakang dan tidak dikenal.

Harap baca juga: Menggunakan teknologi smart home untuk memantau anak di rumah

Di pasaran, produk smart home Indonesia masih terbelakang, dan masih banyak masyarakat yang belum paham akan permintaan produk smart home. Ini juga mengenalkan saya pada Galvee, pidatonya pada Kamis, 23 Oktober 2020. Produk rumah pintar dapat mempermudah pekerjaan rumah. — Hingga akhirnya pendiri mempelajari pasar Indonesia dan mulai bertanya kepada orang-orang tentang rumah pintar, namun kebanyakan orang menjawab bahwa produk rumah pintar masih belum dibutuhkan karena produk rumah itu mahal dan masih belum dibutuhkan.

Namun, setelah pendiri menjelaskan kegunaan smart home untuk kehidupan di era teknologi sekarang ini, kelebihannya adalah lebih hemat energi, lebih aman, dan harga produknya terjangkau. Terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *