Aplikasi logistik, solusi untuk mengatasi kendala rantai pasok pedagang barang konsumsi tradisional yang bergerak cepat selama pandemi

Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa paduan suara Arifin-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid 19, grosir dan pengecer yang menjual fast moving consumer goods (FMCG) juga terkena dampak kebijakan bisnis yang membatasi. Ini telah memberlakukan pembatasan pada rantai pasokan barang konsumen yang bergerak cepat.

Karena barang konsumsi yang bergerak cepat termasuk kebutuhan pokok masyarakat, maka kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya masih besar, sehingga dampak ini perlu segera ditangani. Kebutuhan sehari-hari. GudangAda adalah startup belanja dan penjualan online berbasis aplikasi untuk grosir dan pengecer FMCG B2B Indonesia yang memberikan solusi bagi para pedagang FMCG tradisional di era digital. — ‚ÄúPada masa pandemi ini, akibat pandemi Covid-19, GudangAda juga muncul sebagai solusi dari kendala rantai pasok barang konsumen yang bergerak cepat. Hal tersebut memungkinkan untuk menjaga pasokan barang konsumsi yang bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan karena faktor fisik Karena pasokan yang terbatas, GudangAda dapat mempertahankan aktivitasnya selama pandemi.

Keberlanjutan aktivitas tradisional pedagang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. – Menurut Euromonitor International Menurut data 2018, sebagian besar masyarakat Indonesia, India, dan Filipina berbelanja di toko grosir.

Namun, saat ini mereka menghadapi beberapa kendala, antara lain biaya logistik yang tinggi dan sulitnya menjual barang tepat waktu, terutama karena Pandemi Covid 19.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga ketersediaan warung agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan barang, tentunya ketidakstabilan harga dapat dihindari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *