Layanan Digital KlikDokter mendukung penuh Ikatan Dokter Indonesia untuk menangani Covid-19

Platform pendidikan kesehatan TRIBUNNEWS.COM-KlikDokter Jakarta resmi ditunjuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu mengedukasi dan membantu pemerintah dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang Covid-19.

Bonny Anom, Deputy Managing Director KlikDokter, mengatakan bahwa KlikDokter menyediakan layanan digital yang juga diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan petugas kesehatan di tempat dan dapat berpartisipasi dalam memantau tingkat penularan melalui layanan tatap muka. Dia berkata: “Kita semua perlu bekerja sama untuk menghadapi pandemi ini.” Manajer -B2B KlikDokter Mia Argianti mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengedukasi masyarakat untuk tidak takut menggunakan layanan digital ketika orang merasa enggan mengunjungi institusi medis. Periksa dan konfirmasi keluhan.

“Tentunya tidak hanya terkait dengan gejala Covid-19 saja, tapi juga terkait masalah kesehatan lainnya.”

Klikdokter juga mendukung penuh pengurus Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk bertanggung jawab atas pengobatan Covid- Petugas kesehatan Indonesia dari 19 pasien menyumbangkan multivitamin untuk mendukung tenaga medis dalam memerangi Covid-19.

Melalui setiap layanan digital, fungsi “Covid-19 Pemeriksaan Mandiri dan Dokter Online 24 Jam” di laman KlikDokter, pengguna turut serta menyumbangkan multivitamin untuk tenaga kesehatan Indonesia.

Acara ini dilaksanakan oleh Klikdokter bekerjasama dengan Starmuno, Elanos, Prove C dan Prove D3 pada tanggal 16 Juli 2020, di hadapan para PhD. Daeng M. Faqih, SH, MH, Ketua Umum PB IDI

Baca: Gratis! KlikDokter meluncurkan fungsi verifikasi risiko Covid-19-wabah Covid-19 dimulai di Wuhan di China timur dan terus menyebar ke negara lain hingga “dinyatakan sebagai pandemi”.

Sebagai jenis virus baru, tentang virus itu sendiri dan Pengetahuan tentang cara menangani virus semakin berkembang setiap hari, sehingga otoritas kesehatan global dan lokal menyarankan masyarakat untuk selalu waspada, menjaga kebersihan dan meningkatkan perilaku pencegahan untuk mengurangi risiko penularan. Eliminasi-Hal ini sangat penting dilakukan, agar beban perawatan pasien Covid-19 dapat seimbang oleh tenaga medis di semua tingkatan institusi kesehatan di Indonesia. Hingga 16 Juli 2020, Indonesia memiliki 81.668 kasus positif COVID-19, di mana 40.345 pasien pulih dan 3.873 pasien meninggal. Hari demi hari, hingga penyebarannya bisa dikontrol. Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk tetap sehat, ”ujar Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH. – PB IDI mengimbau petugas kesehatan dan tenaga pendukung untuk selalu memperhatikan kebiasaan istirahat saat menangani pasien Covid-19. Serta asupan makanan untuk menjaga kesehatan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *