Tanda tangan digital diperlukan untuk mengajukan kartu kredit nirsentuh selama pandemi

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 saat ini, hampir semua aktivitas, termasuk aktivitas komersial yang tidak berubah, diperlukan untuk menghindari risiko terpapar virus Covid-19. Acara pendaftaran kartu. Saat ini perusahaan kartu kredit seperti bank didorong untuk menerapkan teknologi registrasi kartu kredit contactless dengan menggunakan teknologi tanda tangan digital yang ada.

Dengan menggunakan tanda tangan digital selama proses aplikasi online, nasabah bank tidak perlu bertemu langsung atau keluar. Buatlah kartu kredit di tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

“Tanda tangan digital adalah solusi nirsentuh yang tepat untuk penyedia layanan keuangan,” Marshall Pribadi, CEO layanan tanda tangan digital PrivyID (13/8/2020) .

Selain lebih aman dalam hal protokol kesehatan Selain itu, penerapan tanda tangan digital dalam proses pengajuan kartu kredit online telah membawa kepuasan pelanggan yang tinggi.

Baca: Transaksi Kartu Kredit yang Diperlukan untuk Menggunakan PIN 1 Juli 2020, Ini Informasi Cara Mendapatkan PIN dari Bank Mandiri

Survei yang dilakukan Macromill Southeast Asia (Nusa Research) menunjukkan proses ini sudah dicoba 96% responden berpendapat bahwa proses pengajuan kartu kredit dengan menggunakan tanda tangan digital lebih mudah dibandingkan dengan proses pendaftaran manual melalui tanda tangan digital.

Sebagian besar narasumber juga percaya bahwa tanda tangan digital lebih aman karena data pribadi pada formulir pendaftaran dapat langsung diintegrasikan ke dalam bank tanpa melalui pihak ketiga.

Baca: 3 Cara Mendapatkan PIN Kartu Kredit Bank Mandiri (Mandiri), Anda Dapat Memasukkan 3355 Text dan Menggunakan 16 Digit Nomor Kartu Memberikan Tingkat Keamanan dan Kenyamanan Yang Tinggi Bagi Nasabah Saat Mendaftarkan Kartu Kredit Tentunya Mendorong Potensi Volume Transaksi Faktor penting dalam pertumbuhan transaksi kartu kredit di Indonesia.

Gandeng enam bank

Perusahaan rintisan PrivyID bekerja sama dengan enam bank nasional (Mandiri, BRI, BNI, BNI Syariah, Bank CIMB Niaga dan Bank Mega) untuk mengembangkan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *