Di era politik digital berbasis data, pentingnya blockchain dan internet saya

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kemajuan teknologi telah mempengaruhi politik global, salah satunya datangnya era demokrasi data-driven atau data-driven. Berdasarkan data digital. 4.0 Budiman Sudjatmiko Indonesia menjelaskan bahwa di era big data atau big data, sistem demokrasi tradisional dapat digantikan dan digantikan oleh data. -Data harus dibuat lebih akurat, lebih tepat dan sejalan dengan kebijakan politik yang diharapkan, karena kecerdasan buatan akan digunakan untuk analisis dan visualisasi selama seluruh proses pengumpulan data.

Baca: Budiman Sudjatmiko Tantang Mahasiswa Luar Negeri Indonesia untuk Kembali Ia mengatakan: “Tidak akan ada politik ke depan, hanya kecerdasan buatan yang memenuhi harapan dan keinginan rakyat.” Ia mengumumkan dalam siaran persnya, Kamis (9/09, 2020). — Para aktivis gerakan mahasiswa 1998 juga mengajukan konsensus politik, misalnya di era Data Klass, yaitu Trisakti ABC.

Ia percaya bahwa dalam perkembangan teknologi, ide ini dapat menjadi alternatif bagi negara di masa depan.

Konsep Trisakti ABC meliputi tiga konsep penting, 3A (natural, basic, eternal), 3B (memberi, data, kemampuan) dan 3C (cinta, semangat, kreativitas), dan 3A selaras dengan olahraga Tanah terkait dengan alam, akses mikrofon ekonomi yang adil, dan keberlanjutan.

Baca: Budiman Sudjatmiko Kritisi Pembangunan Rumah Sakit Corona: China Tunjukkan Keunggulan Teknologinya

Selanjutnya, 3B terkait dengan pendapatan masyarakat yang mencukupi, jaminan hak data dan peluang pengembangan diri. 3C berkomitmen untuk Menanggapi ide-ide futuristik generasi baru dan kemampuan menciptakan semangat inovatif, ide-ide inovatif ini akan ditampilkan kepada masyarakat luas.

Menurut Budiman, setiap orang bisa menjadi data center, server dan WiFi yang berfungsi.Di era demokrasi digital berdasarkan data atau data, dia menyebutnya my Internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *