Mengenai uji substantif “UU Penyiaran”, KPI: Jangan dikira akan membatasi kreativitas media sosial

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis menilai uji materi undang-undang penyiaran yang diberikan kedua stasiun televisi nasional itu merupakan langkah yang tepat.

Mahkamah Konstitusi (MK) yang melakukan uji materi terhadap UU Penyiaran dinilai menegaskan definisi dalam spesifikasi media baru media streaming digital tanpa bermaksud membatasi kreativitas media sosial. 8/2020). – Baca: Roy Suryo Mengatakan UU Penyiaran Masih Berlangsung

Bacaan: Nilai UU Penyiaran RCTI sudah ketinggalan zaman

Menurut Yulian Menurut Yulandre, RCTI dan iNews TV adalah langkah menuju keadilan dari sisi hukum.

Karena banyak pihak tidak peduli dengan serangan Indonesia saat ini terhadap platform media digital.

Melihat situasi tersebut, RCT INews dan saya sepertinya telah mengajukan uji materi UU Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi, sehingga regulasi media baru memiliki definisi yang jelas.

Baca: Jika Pengadilan Menyetujui Gugatan Siaran, Instagram TV dan Facebook Live Harus Memiliki Izin Siaran

“Ini menarik karena banyak orang tidak peduli dengan situasi ini, jadi RCTI dan iNews TV sudah melakukan peradilan Sensor, sehingga memiliki kepastian hukum yang sama dengan definisi lainnya, sehingga media baru diatur oleh KPI dan Kominfo. ”Menurut Yuliandre Darwis, tidak ada ketentuan konten digital dan televisi untuk masuk Kongres merugikan masyarakat selama pembangunan berkelanjutan, terutama Itu adalah konten produksi yang dihasilkan saat menonton generasi muda, terutama orang dewasa.Meski ada regulasi, 100% kontennya berasal dari luar, tapi bisa dinikmati di Indonesia. Ia mengatakan: “Adegan seks bisa disaksikan kapan saja, dan bisa ditonton kapan saja. Makanya, kalau tayang di Indonesia pasti ada yang sama secara hukum.” Konten digital yang tidak dikendalikan situasi darurat bisa menimbulkan yang baru. Sensasi media digital, dan mempromosikan panggung Indonesia ke seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *