Pembatasan Ramadhan di masjid tidak dapat dibandingkan dengan pabrik dan pasar

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan bahwa beberapa orang masih membandingkan pembatasan masjid untuk ibadah Ramadhan dengan pabrik, pasar atau tempat pertemuan lainnya. Menurutnya, jika tindakan pembatasan ketat diterapkan di tempat-tempat ibadah, seperti melalui gembok atau melalui disipasi ibadah di masjid, masih ada keberatan.

“Meskipun tidak harus dibatasi di tempat-tempat ibadah di pabrik atau pasar, karena itu terkait erat dengan upaya untuk menyelamatkan jiwa manusia, itu harus ditafsirkan sebagai kewajiban dan tatanan agama yang berlaku untuk siapa pun Zanut Tahid (Zainut Tauhid) mengatakan: “Karena semua pembatasan, umat beragama harus bersyukur karena umat beragama adalah mereka yang paling taat, jadi keselamatan kembali kepadanya,” kata Wakil Menteri. Zainut Tauhid menyatakan penghargaan kepada komunitas agama, Karena mengikuti rekomendasi para pemimpin agama dan pemerintah untuk beribadah di rumah dalam konteks jarak nyata untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Rekomendasi ini adalah bentuk ibadah bagi kelompok-kelompok agama, Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada warga negara. “— Wakil Menteri Agama mengatakan bahwa selama pandemi virus Corona (Covid-19) pada tahun 2019, ibadah keluarga adalah untuk menyelamatkan keselamatan jiwa (hifdzu an-nafs) .— Agen pemeliharaan mengatakan, Menurutnya, kepercayaan jiwa juga merupakan salah satu tatanan utama dan kewajiban agama.

Menjaga keselamatan jiwa adalah sama untuknya dan orang lain. Jiwa juga terkait erat dengan memastikan hak untuk hidup tanpa terkecuali .

“Allah berfirman bahwa dalam Al Qur’an, Allah 32 mengatakan bahwa tidak peduli siapa yang melindungi kehidupan manusia, maka tampaknya dia telah menyelamatkan nyawa semua orang,” katanya …

Islammu Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang pengajaran dan Ramadhan? Anda dapat bertanya kepada Zul Ashfi (Os. Zul Ashfi), SSI dan Lc dan berkonsultasi dengan Islam secara langsung – kirimkan pertanyaan Anda ke consulting@tribunnews.com — Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi bagian Konsultasi Islam Tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *